Dua Dirjen Kemenkeu Dicopot, Purbaya: Sudah Ada Plh
Dua Dirjen Kemenkeu resmi diberhentikan. Purbaya tunjuk Plh dan targetkan pengganti disetujui Presiden Prabowo pada Mei 2026.
Perubahan penting terjadi di tubuh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Dua pejabat eselon I tiba-tiba diberhentikan dari jabatannya, memicu perhatian publik terhadap arah kebijakan fiskal ke depan.
Langkah ini langsung diikuti dengan penunjukan pelaksana harian (Plh), menandakan bahwa roda organisasi tetap harus berjalan meski terjadi transisi di posisi strategis.
Dua Dirjen Resmi Diganti, Plh Langsung Ditunjuk
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa Dirjen Anggaran Luky Alfirman serta Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu sudah tidak lagi menjabat.
“Iya, sudah dikasih Plh sekarang. Dari kemarin sore sudah aktif,” ujar Purbaya saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat.
Keputusan ini mulai berlaku sejak Selasa (21/4/2026), dan operasional kedua direktorat jenderal kini sementara dijalankan oleh pelaksana harian.
Langkah cepat penunjukan Plh ini menunjukkan bahwa stabilitas administrasi tetap menjadi prioritas, terutama di sektor yang berhubungan langsung dengan kebijakan fiskal negara.
Baca Juga: Wacana PPN Jalan Tol Dikaji, Menkeu Purbaya: Tunggu Daya Beli Pulih
Nasib Luky dan Febrio Masih Dikaji
Terkait masa depan kedua pejabat tersebut, Purbaya belum memberikan kepastian. Ia menyebut saat ini keduanya akan beristirahat sementara.
“Istirahat dulu. Nanti dicari tempat yang pas buat mereka,” kata Purbaya.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa kemungkinan penempatan ulang masih terbuka, dengan mempertimbangkan kompetensi dan pengalaman masing-masing.
Namun hingga saat ini belum ada rincian lebih lanjut mengenai posisi baru yang akan ditempati.
Seleksi Kandidat, Tunggu Persetujuan Presiden
Selain dua posisi yang baru saja mengalami pergantian, Kemenkeu juga tengah menghadapi kekosongan jabatan penting lainnya. Kursi Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan saat ini juga belum terisi, setelah sebelumnya ditinggalkan oleh Masyita Crystallin.
Dengan demikian, terdapat tiga posisi eselon I strategis yang sedang dalam proses pengisian. Kondisi ini membuat proses seleksi menjadi krusial, mengingat posisi tersebut memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kebijakan fiskal nasional.
Purbaya menyebut bahwa saat ini proses seleksi kandidat tengah berlangsung untuk mengisi ketiga jabatan tersebut. Nama-nama yang terpilih nantinya akan diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan persetujuan resmi.
Langkah ini merupakan bagian dari mekanisme formal dalam pengangkatan pejabat tinggi negara. “Nanti sekalian diajukan ke presiden, jadi sekaligus,” jelas Purbaya. Ia juga menargetkan proses ini dapat rampung dalam waktu dekat.
Target Rampung Awal Hingga Pertengahan Mei
Pemerintah menargetkan transisi kepemimpinan di Kemenkeu bisa selesai dalam waktu relatif singkat.
Purbaya memperkirakan pengajuan nama dan proses persetujuan dapat dilakukan pada awal hingga pertengahan Mei 2026. “Mungkin awal Mei atau pertengahan Mei,” tambahnya.
Jika target ini tercapai, maka kekosongan jabatan strategis di Kemenkeu tidak akan berlangsung lama dan struktur organisasi dapat kembali stabil.
Baca juga: Investor AS Didekati, Purbaya Bongkar Fakta Ekonomi RI
Pergantian pejabat di level eselon I Kemenkeu tentu memiliki implikasi penting, terutama dalam pengelolaan anggaran dan strategi ekonomi nasional.
Meski belum ada penjelasan detail terkait alasan pergantian, langkah ini bisa menjadi bagian dari penyesuaian kebijakan atau penyegaran organisasi.
Yang jelas, keberlanjutan program dan stabilitas fiskal tetap menjadi fokus utama di tengah proses transisi ini.
Dengan penunjukan Plh dan percepatan seleksi pejabat definitif, pemerintah tampak berupaya menjaga agar tidak terjadi gangguan dalam pelaksanaan kebijakan keuangan negara.
0 Komentar