Sebuah momen panas di layar televisi langsung mencuri perhatian publik. Perdebatan antara Jahmada Girsang dan Refly Harun bahkan nyaris berujung adu fisik, memicu gelombang reaksi luas di media sosial.

Kejadian ini terjadi saat keduanya hadir sebagai narasumber dalam program televisi nasional pada Selasa malam (21/4/2026). Topik yang dibahas pun sensitif, yakni isu ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Awal Mula Debat Yang Berakhir Nyaris Adu Jotos

Diskusi yang awalnya berjalan normal berubah tegang ketika perdebatan mulai mengerucut pada pengelolaan buku Jokowi's White Paper. Kedua pihak saling menyanggah dengan argumen yang semakin intens.

Dalam forum tersebut, Jahmada Girsang hadir sebagai pengacara Rismon Sianipar, sementara Refly Harun mewakili Roy Suryo. Perbedaan pandangan yang tajam membuat suasana semakin memanas hingga sulit dikendalikan.

Ketegangan memuncak ketika interaksi keduanya tidak lagi sekadar adu argumen, tetapi mulai menunjukkan emosi yang lebih personal.

Insiden paling disorot terjadi setelah sesi debat berakhir. Awalnya, Refly Harun terlihat menyalami Rismon Sianipar dengan nada bercanda.

Namun situasi berubah saat ia berjabat tangan dengan Jahmada Girsang. Ucapan Refly yang bernada sindiran memicu reaksi keras dari Jahmada.

Baca Juga: Misteri Laporan Jusuf Kalla di Bareskrim, Terkait Isu Ijazah Jokowi?

Jahmada tampak enggan melepaskan tangan Refly dan sempat mendorongnya sambil menyatakan ketidaksetujuannya. Momen tersebut membuat suasana kembali memanas hingga pembawa acara Aiman Witjaksono bersama narasumber lain turun tangan untuk melerai.

Viral di Media Sosial

Potongan video dari insiden ini dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial. Publik ramai membahas sikap kedua tokoh, termasuk latar belakang Jahmada Girsang yang sebelumnya tidak terlalu dikenal luas.

Perdebatan ini juga memunculkan diskusi lebih luas mengenai etika dalam forum publik, terutama dalam program televisi yang disaksikan banyak orang.

Sebagian netizen menyoroti pentingnya menjaga profesionalisme, sementara lainnya fokus pada substansi perdebatan yang dianggap sensitif.

Baca Juga: Pergeseran Literasi Publik di Era Media Sosial: Cepat, Dekat, Tapi

Profil Jahmada Girsang dan Perjalanan Karier

Di balik momen viral tersebut, sosok Jahmada Girsang memiliki rekam jejak panjang di dunia hukum. Ia merupakan Direktur Eksekutif di Lembaga Sumbangan Agama Kristen Indonesia.

Pendidikan hukumnya dimulai di Fakultas Hukum Universitas Jayabaya, Jakarta Timur, di mana ia meraih gelar Sarjana Hukum pada 1987. Ia kemudian melanjutkan studi Magister Hukum di universitas yang sama pada 2013.

Pengalaman profesionalnya dimulai sejak 1988 sebagai asisten pengacara di sebuah kantor hukum. Kariernya terus berkembang, termasuk memegang posisi penting di berbagai perusahaan seperti PT Hardi Agung Perkasa, PT Royal Sentul Highland, hingga PT Orang Tua Group.

Sejak 2003, ia mendirikan firma hukum sendiri, Law Offices Jahmada Girsang & Partners, dan hingga kini menjabat sebagai Managing Partner.

Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai organisasi, termasuk sebagai Wakil Sekjen Perhimpunan Advokat Indonesia PERADI SAI serta terlibat dalam komunitas advokat lainnya.

Debat panas yang melibatkan Jahmada Girsang dan Refly Harun bukan hanya menjadi tontonan viral, tetapi juga membuka perhatian publik terhadap sosok di balik peristiwa tersebut.

Di satu sisi, insiden ini memicu perbincangan soal etika dalam diskusi publik. Di sisi lain, profil Jahmada Girsang yang sebelumnya jarang disorot kini ikut menjadi perhatian luas. Perkembangan isu ini masih akan terus menarik untuk diikuti.