Kepanikan mendadak menyelimuti warga Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Seorang balita berusia sekitar dua tahun tiba-tiba ditemukan berada di tepian atap rumah dalam posisi berbahaya. Momen ini langsung viral di media sosial karena proses penyelamatannya yang menegangkan.

Kejadian balita di atap rumah di Praya ini terjadi pada Kamis, 23 April 2026. Dalam video yang beredar, anak tersebut terlihat merayap di atas genteng, sementara warga di bawah hanya bisa memantau dengan cemas.

Kronologi Balita Naik ke Atap Rumah 

Peristiwa ini bermula saat ibu korban, Eliza, meninggalkan anaknya sebentar untuk mandi. Saat itu, balita berinisial RN (2) sedang bermain di halaman rumah.

Namun, tak lama kemudian, anak tersebut tiba-tiba menghilang dari pandangan. Keluarga pun langsung melakukan pencarian, dan suasana seketika berubah panik.

Tak disangka, RN ditemukan sudah berada di tepian atap rumah. Posisinya cukup berbahaya karena berada di atas genteng tanpa pengaman.

Menurut keterangan keluarga, balita itu diduga naik melalui kandang ayam yang berada di samping rumah. Jalur tersebut memungkinkan anak kecil untuk memanjat hingga ke atap.

Warga Panik, Evakuasi Berlangsung Menegangkan

Melihat kondisi tersebut, warga dan keluarga hanya bisa meminta RN untuk tetap diam. Hal ini dilakukan untuk mencegah risiko jatuh dari ketinggian.

Situasi semakin menegangkan ketika balita itu beberapa kali terlihat merayap di atas genteng. Gerakan kecil saja bisa berujung fatal jika kehilangan keseimbangan.

Eliza mengungkapkan bahwa anaknya berada di atas atap cukup lama, sekitar satu jam. Waktu yang terasa singkat dalam hitungan jam, tetapi sangat panjang dalam situasi darurat seperti itu.

Kondisi ini menunjukkan betapa sulitnya melakukan evakuasi tanpa alat yang memadai, terutama ketika menyangkut keselamatan anak kecil.

Diselamatkan Pekerja Proyek dengan Tangga

Di tengah kepanikan, bantuan datang dari seorang pekerja proyek pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada tak jauh dari lokasi.

Pekerja tersebut membawa tangga dan dengan hati-hati naik ke atap rumah. Proses evakuasi dilakukan perlahan untuk memastikan balita tidak panik atau bergerak tiba-tiba.

Akhirnya, RN berhasil dijangkau dan diturunkan dalam keadaan selamat. Momen ini langsung disambut lega oleh keluarga dan warga sekitar.

Eliza mengaku sangat panik selama proses berlangsung. Ia menyebut anaknya diturunkan menggunakan tangga dan dibantu oleh pekerja proyek tersebut.

Respons Petugas dan Imbauan untuk Orang Tua

Anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Gonjak, Aipda Ahmad Samsul Haki, membenarkan kejadian tersebut. Ia awalnya mengetahui peristiwa itu dari media sosial sebelum memastikan langsung ke lokasi.

Setelah mendatangi rumah korban, petugas memberikan edukasi kepada keluarga agar pengawasan terhadap anak balita lebih ditingkatkan.

Hal ini penting untuk mencegah kejadian serupa terulang, terutama di lingkungan rumah yang memiliki akses terbuka seperti kandang atau struktur yang bisa dipanjat anak.

Baca Juga: Tragis! Terkaman Buaya 4 Meter Tewaskan Warga Polman Saat Mandi di Sungai

Peristiwa balita di atap rumah di Lombok Tengah ini menjadi pengingat bahwa anak usia dini memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan bisa bergerak cepat tanpa disadari.

Kondisi ini bisa berdampak pada keselamatan jika pengawasan lengah, bahkan hanya dalam waktu singkat.

Kejadian ini juga menunjukkan pentingnya respons cepat dari lingkungan sekitar. Tanpa bantuan warga dan pekerja proyek, situasinya bisa berakhir berbeda.

Dilansir dari laporan yang beredar, kejadian ini berakhir selamat. Namun, ketegangan yang terjadi menjadi pelajaran berharga bagi banyak orang tua.