Warga Talegong Garut Tewas Tertimpa Pohon Aren Saat Bantu Tetangga
Seorang warga Talegong, Garut, tewas tertimpa pohon aren saat bersiap membantu tetangga. Angin kencang juga merusak rumah warga di Banjarwangi dan Pasirwangi.
Seorang warga Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, meninggal dunia setelah tertimpa pohon aren yang tumbang akibat angin kencang. Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu, saat korban tengah bersiap membantu tetangganya yang rumahnya tertimpa pohon.
Korban diketahui bernama Wawan, warga Kampung Baru, Desa Mekarmukti, Kecamatan Talegong. Saat kejadian, korban sedang mengasah gergaji mesin di sekitar rumahnya. Alat tersebut rencananya akan digunakan untuk membantu evakuasi pohon yang menimpa rumah tetangganya. Namun, angin kencang menyebabkan pohon aren besar di belakang rumah korban ikut roboh dan langsung menimpa dirinya.
Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Talegong untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka serius yang dideritanya.
Berdasarkan keterangan resmi Plt. Camat Talegong, Wiati Kartini, insiden tersebut merupakan bagian dari rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda wilayahnya sejak malam hari sebelumnya.
Baca Juga: DVI Terima 25 Kantong Jenazah Longsor Cisarua
“Bencana ini menyebabkan satu korban jiwa dan sejumlah bangunan warga mengalami kerusakan,” ujar Wiati Kartini dalam keterangannya.
Menurut Wiati, angin kencang disertai cuaca ekstrem melanda wilayah Kecamatan Talegong sejak malam hingga pagi hari. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa pohon tumbang dan mengancam keselamatan warga, terutama di kawasan permukiman yang berdekatan dengan area pepohonan besar.
Angin Kencang Rusak Rumah Warga Banjarwangi
Selain Kecamatan Talegong, bencana angin kencang juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut. Kapolsek Banjarwangi, Ipda Ipar Suparlan, memimpin langsung pengecekan di sejumlah titik terdampak bencana.
Ipda Ipar Suparlan menyampaikan bahwa sedikitnya terdapat tiga desa yang mengalami kerusakan akibat angin kencang, yakni Desa Mulyajaya, Desa Kadongdong, dan Desa Banjarwangi.
Berdasarkan pendataan di lapangan, kerusakan paling parah terjadi di Kampung Cilogawa, Desa Mulyajaya. Rumah milik Yadin Supriadin (39) mengalami kerusakan berat pada bagian atap dengan estimasi kerugian mencapai Rp15 juta.
Sementara itu, di Kampung Padaawas, Desa Kadongdong, rumah milik Siti Wahyuni (30) mengalami kerusakan atap dengan perkiraan kerugian sekitar Rp5 juta. Kerusakan juga terjadi di Kampung Banjarwangi, Desa Banjarwangi, di mana bagian belakang rumah milik Cecep (56) dilaporkan roboh dengan kerugian ditaksir mencapai Rp5 juta.
Meski menimbulkan kerusakan pada sejumlah bangunan warga, Ipda Ipar Suparlan memastikan tidak ada korban jiwa akibat angin kencang di wilayah Kecamatan Banjarwangi.
“Untuk Kecamatan Banjarwangi, tidak ada laporan korban jiwa. Kerusakan berupa atap rumah dan bangunan warga,” ujarnya.
Akses Jalan Sempat Tertutup di Pasirwangi
Dampak angin kencang juga dirasakan di Kecamatan Pasirwangi. Sebuah pohon tumbang dilaporkan sempat menutup akses jalan di Desa Padaawas. Petugas Polsek Pasirwangi bersama warga setempat bergerak cepat melakukan pembersihan sehingga akses jalan kembali dapat dilalui.
Baca Juga: Rentetan Gempa Guncang Yogyakarta
Hingga berita ini diturunkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut belum merilis data resmi terkait total kerugian dan dampak keseluruhan dari bencana angin kencang yang melanda sejumlah kecamatan tersebut. Kepala BPBD Garut, Aah Anwar Saepuloh, belum memberikan keterangan resmi saat dihubungi.
Pemerintah kecamatan bersama aparat kepolisian masih melakukan pemantauan di lapangan serta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana susulan.
0 Komentar