Perbaikan 16 Jalur Alternatif di Cirebon Dikebut Jelang Lebaran
Pemkab Cirebon memperbaiki 16 jalur alternatif jelang Lebaran 2026. Perbaikan ditargetkan selesai sebelum H-7 untuk mendukung kelancaran mudik.
Pemerintah Kabupaten Cirebon mulai menyiapkan perbaikan 16 ruas jalan yang difungsikan sebagai jalur alternatif menjelang arus mudik dan balik Idul Fitri 2026. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon menargetkan seluruh pekerjaan rampung sebelum H-7 Lebaran agar bisa digunakan secara optimal oleh pemudik.
Langkah ini diambil karena Kabupaten Cirebon menjadi salah satu daerah yang dilintasi arus kendaraan saat musim mudik. Kondisi jalan yang layak dinilai penting untuk menjaga kelancaran mobilitas warga dan mencegah penumpukan kendaraan di jalur utama.
Perbaikan 16 Jalur Alternatif Diprioritaskan
Kepala DPUTR Kabupaten Cirebon, Sunanto, menyampaikan bahwa pekerjaan pemeliharaan rutin akan dimulai pekan depan. Perbaikan dilakukan pada sejumlah ruas jalan kabupaten dengan prioritas titik-titik yang berpotensi mengalami lonjakan volume kendaraan selama periode Lebaran.
Baca Juga: Rp58,1 Miliar Aset Sitaan Judi Online Disetor ke
Menurutnya, jalur alternatif menjadi fokus utama karena kerap digunakan ketika jalur utama di wilayah Cirebon mengalami kepadatan. Keberadaan jalur pengalihan ini berperan penting dalam memecah arus lalu lintas agar tidak terpusat di satu titik.
Beberapa ruas yang masuk daftar prioritas berada di wilayah timur Kabupaten Cirebon. Di antaranya ruas Kanci–Sindanglaut, Pabuaran, Ciawigajah, Gebangilir–Waled, hingga Jatiseeng–Pabuaran. Jalur-jalur tersebut dinilai strategis karena sering dimanfaatkan pengendara untuk menghindari kemacetan.
Sunanto menegaskan, target penyelesaian sebelum H-7 Idul Fitri menjadi komitmen pihaknya agar jalan sudah dapat dilalui dengan aman dan nyaman saat puncak arus mudik berlangsung.
Infrastruktur Disiapkan Bertahap Sesuai Anggaran
Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menjelaskan bahwa total panjang jalan di Kabupaten Cirebon mencapai sekitar 1.240 kilometer. Dengan cakupan yang luas, penanganan infrastruktur tidak dapat dilakukan sekaligus dan harus menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
Baca juga: Kasus CPNS Bodong: PN Jaksel Siap Sita Aset Nia Daniaty
Ia menyebutkan bahwa pembenahan jalan merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan kesinambungan dari tahun ke tahun. Pemerintah daerah, kata dia, melakukan peningkatan kualitas jalan secara bertahap sebagai bagian dari pelayanan dasar kepada masyarakat.
Perbaikan menjelang Lebaran disebut sebagai langkah strategis. Selain mendukung kelancaran perjalanan pemudik, kondisi jalan yang baik juga berdampak pada aktivitas ekonomi, termasuk distribusi barang dan jasa selama periode hari raya.
Pemerintah daerah menyatakan komitmennya untuk memastikan infrastruktur jalan berada dalam kondisi layak. Hal tersebut tidak hanya berkaitan dengan kelancaran lalu lintas, tetapi juga aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Berita Rekomendasi: Zulhas Pantau Harga Pangan, Kenaikan Cabai Jadi
Dengan dimulainya pemeliharaan pada pekan depan dan target selesai sebelum H-7 Lebaran, pemerintah berharap arus mudik dan balik di wilayah Cirebon dapat berjalan lebih tertib. Perkembangan pengerjaan jalan akan terus dipantau hingga mendekati masa puncak pergerakan masyarakat.
0 Komentar