Dunia sedang tidak baik-baik saja, tapi Indonesia justru terlihat tenang. Di tengah konflik global yang memanas, pemerintah memastikan kondisi pangan nasional tetap aman dan terkendali. Pernyataan ini langsung disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas.

Situasi ini menjadi sorotan karena gejolak di Timur Tengah kerap memicu kekhawatiran soal pasokan pangan global. Namun, Indonesia disebut tidak terdampak signifikan.

Zulhas menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki ketergantungan pangan terhadap kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan saat dirinya bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso melakukan inspeksi langsung ke Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu (28/3/2026).

Apa yang Terjadi di Lapangan?

Dalam kunjungan tersebut, Zulhas memantau langsung kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok pasca Idulfitri. Hasilnya cukup mengejutkan—stok pangan dinilai melimpah.

Komoditas utama seperti beras, ayam, telur, dan sayur-sayuran tersedia dalam jumlah cukup. Bahkan, produksi beras dalam negeri disebut telah mencapai sekitar 4 juta ton.

Baca Juga: Zulhas Santai: Pangan RI Aman, Nggak Perlu Panik

Meski begitu, aktivitas pasar belum sepenuhnya normal. Pedagang yang sudah kembali berjualan baru sekitar 60–70 persen, sehingga dinamika harga masih terjadi di beberapa komoditas.

Kenapa Pangan Indonesia Bisa Tetap Kuat?

Kunci utama ketahanan ini adalah swasembada pangan yang terus didorong pemerintah. Indonesia kini dinilai mampu memenuhi kebutuhan pokok dari produksi dalam negeri, terutama untuk beras.

Zulhas menegaskan bahwa Indonesia tidak bergantung pada impor dari Timur Tengah. Untuk komoditas tertentu seperti gandum, impor memang masih dilakukan, tetapi berasal dari Eropa dan Amerika Serikat.

Selain itu, pemerintah telah melakukan berbagai kalkulasi dan koordinasi lintas kementerian untuk mengantisipasi dampak konflik global, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Baca Juga: Turun Ke Pasar! Zulkifli Hasan Temukan Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu

Dampak ke Harga, Ini yang Terjadi

Walau stok aman, harga di pasar tidak sepenuhnya stabil. Beberapa komoditas mengalami kenaikan, sementara yang lain justru turun.

Harga telur terpantau stabil, sedangkan harga ayam mengalami kenaikan tipis. Namun, yang paling menyita perhatian adalah lonjakan harga cabai rawit merah.

Komoditas ini sempat menembus Rp100 ribu hingga Rp110 ribu per kilogram. Bahkan, Zulhas menyebutnya sebagai “cabai setan” karena harganya yang sangat tinggi.

Di sisi lain, cabai merah keriting justru mengalami penurunan harga, sementara jenis cabai lain berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram.

Update Terbaru dari Pemerintah

Pemerintah memastikan akan terus melakukan pemantauan harga dan distribusi pangan secara rutin. Zulhas juga berencana mengunjungi sejumlah daerah seperti Lampung dan Jawa Tengah untuk memastikan stabilitas tetap terjaga.

Tak hanya pangan, pemerintah juga memastikan kondisi energi dan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman. Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus, Aries Marsudiyanto, menegaskan stok energi mencukupi dan tidak ada rencana kenaikan harga BBM dalam waktu dekat.

Pemerintah bahkan telah melakukan koordinasi intensif lintas kementerian untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Ketahanan Pangan Indonesia Kuat

Dengan kondisi ini, masyarakat diminta tidak panik terhadap isu kelangkaan pangan. Stok bahan pokok dipastikan aman dan distribusi terus dijaga.

Namun, fluktuasi harga masih mungkin terjadi, terutama pada komoditas tertentu seperti cabai. Karena itu, masyarakat diimbau tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan panic buying.

Langkah antisipasi juga terus diperkuat untuk memastikan stabilitas tetap terjaga, termasuk menjelang momen penting seperti arus mudik Lebaran.

Baca Juga: Zulhas Pastikan Stok Pangan Aman di Tengah Konflik Timur Tengah

Di tengah kekhawatiran global, Indonesia justru menunjukkan ketahanan pangan yang cukup kuat. Produksi dalam negeri menjadi kunci utama, terutama untuk komoditas strategis seperti beras.

Di saat banyak negara menghadapi tekanan akibat konflik global, Indonesia justru berada dalam posisi relatif aman dalam hal pangan. Pemerintah memastikan stok melimpah dan distribusi berjalan baik.

Meski demikian, perhatian tetap diperlukan pada stabilitas harga di lapangan. Ke depan, langkah pemerintah dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga akan menjadi kunci agar kondisi ini tetap terjaga.