Banjir Bandang Terjang Wisata Guci Tegal, Kerusakan Parah
Banjir bandang menerjang kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal, merusak pancuran air panas, jembatan, dan menyeret alat berat akibat luapan Kali Gung.
Banjir bandang menerjang kawasan wisata alam Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dan menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas utama. Peristiwa tersebut terjadi sejak Jumat (23/1/2026) sore hingga Sabtu (24/1/2026) dini hari, dipicu melonjaknya debit air Kali Gung secara tiba-tiba di kawasan hulu.
Kawasan wisata yang dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan Kabupaten Tegal itu terdampak signifikan. Sejumlah pancuran kolam air panas, jembatan penghubung, hingga alat berat dilaporkan rusak dan hanyut terbawa arus banjir bercampur lumpur dan pasir.
Berdasarkan keterangan resmi Satgas Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, M Wisnu Imam, banjir bandang tersebut mengakibatkan kerusakan menyeluruh di beberapa titik vital kawasan wisata. Ia menyebutkan luapan Kali Gung menghantam fasilitas pancuran air panas dan infrastruktur pendukung lainnya.
Baca Juga: Longsor Bandung Barat Tewaskan 8 Orang
“Banjir bandang Kali Gung menyebabkan Pancuran 13 rata dengan tanah, jembatan besar juga roboh. Pancuran Barokah juga sudah rata tanah, Pancuran Lima juga sama. Jembatan gantung di Pancuran Lima juga sudah hanyut. Satu alat berat beko di Pancuran 13 juga hanyut,” jelas Imam, dikutip dari detikJateng, Minggu (25/1/2026).
Imam menegaskan bahwa kerusakan yang ditimbulkan tergolong sangat parah karena sebagian besar fasilitas tersebut berada di alur aliran air dan tidak mampu menahan derasnya arus banjir. Tiga jembatan di kawasan wisata dilaporkan putus, sehingga akses antartitik wisata terhenti.
Selain dampak fisik, bencana ini juga disayangkan karena kawasan wisata Guci merupakan salah satu tujuan favorit wisatawan di Jawa Tengah. Data kunjungan wisata mencatat sepanjang 2024 jumlah wisatawan yang datang ke Guci mencapai 830.768 orang, meningkat sekitar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kronologi Banjir Bandang di Kawasan Wisata Guci
Keterangan warga setempat menyebutkan banjir bandang terjadi secara tiba-tiba. Pada Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 16.30 WIB, hujan deras mengguyur kawasan hulu Kali Gung. Tidak lama kemudian, debit air sungai meningkat drastis tanpa tanda-tanda surut.
Warga menuturkan sebelum banjir melanda, terdengar suara gemuruh dari arah hulu sungai. Tak berselang lama, air keruh dengan arus deras langsung memasuki kawasan wisata Guci dan menyapu fasilitas yang berada di bantaran sungai.
“Awalnya hanya hujan deras. Namun tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Air langsung datang besar dan keruh,” ujar seorang warga yang berada di sekitar lokasi saat kejadian.
Menurut penuturan warga tersebut, kondisi paling parah terjadi pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Saat itu, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar tujuh meter. Derasnya aliran air bercampur lumpur dan pasir membuat jembatan tidak mampu bertahan dan akhirnya roboh.
Banjir yang datang pada malam hari juga menyulitkan proses pemantauan awal karena visibilitas terbatas dan arus yang sangat kuat. Hingga air mulai surut, sejumlah fasilitas wisata diketahui telah rata dengan tanah.
Dampak terhadap Pariwisata dan Infrastruktur
Kawasan wisata Guci selama ini menjadi andalan sektor pariwisata Kabupaten Tegal, khususnya wisata alam dan pemandian air panas. Kerusakan pada pancuran-pancuran utama dan jembatan penghubung berpotensi mengganggu aktivitas wisata dalam waktu yang tidak singkat.
Berdasarkan data kunjungan, peningkatan jumlah wisatawan pada 2024 menunjukkan peran strategis Guci sebagai penggerak ekonomi daerah. Kerusakan infrastruktur akibat banjir bandang ini menambah tantangan bagi pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan kawasan wisata tersebut.
Berita Rekomendasi: Dedi Mulyadi Tinjau Longsor KBB, Warga di Direlokasi
Secara nasional, kejadian banjir bandang di kawasan wisata alam menegaskan kerentanan wilayah dengan kontur pegunungan dan alur sungai aktif, terutama saat curah hujan tinggi. Peristiwa di Guci menjadi bagian dari rangkaian bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.
Hingga laporan ini disusun, BPBD Kabupaten Tegal masih melakukan pendataan lanjutan terhadap kerusakan yang terjadi serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan pascabencana di kawasan wisata Guci.
0 Komentar