Ancaman Spyware iPhone Meningkat, Jutaan Perangkat Rentan
Ancaman spyware iPhone meningkat, jutaan perangkat dengan iOS lama rentan diretas. Pengguna diminta segera update untuk mencegah pencurian data.
Ratusan juta pengguna iPhone di seluruh dunia menghadapi potensi risiko keamanan serius setelah peneliti siber menemukan dua spyware berbahaya yang mampu menembus sistem iOS. Temuan ini diumumkan pada Rabu (18/3/2026), dengan indikasi bahwa perangkat yang belum diperbarui menjadi sasaran utama.
Laporan gabungan dari sejumlah firma keamanan mengungkap adanya malware bernama Darksword dan Coruna. Keduanya dikenal sebagai alat peretasan canggih yang sebelumnya lazim digunakan dalam operasi intelijen tingkat tinggi, namun kini diduga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk tujuan finansial.
Baca Juga: WhatsApp Siapkan Fitur Rahasia Baru, Pesan Hilang Otomatis
Detail Utama: Spyware Targetkan iOS Lama
Serangan ini diketahui menyasar iPhone yang masih menggunakan sistem operasi iOS versi 18.4 hingga 18.6.2, yang dirilis pada periode Maret hingga Agustus 2025. Malware disebarkan melalui puluhan situs web, dengan titik awal temuan berada di wilayah Ukraina.
Meski celah keamanan tersebut telah diperbaiki dalam pembaruan iOS terbaru, jumlah perangkat yang belum melakukan pembaruan masih sangat besar. Diperkirakan sekitar 220 juta hingga 270 juta iPhone di seluruh dunia masih berada dalam kondisi rentan terhadap eksploitasi ini.
Tidak hanya terbatas di satu wilayah, penyebaran Darksword juga dilaporkan terjadi di beberapa negara lain seperti Arab Saudi, Turki, dan Malaysia. Penggunaan spyware ini melibatkan berbagai pihak, termasuk vendor komersial dan kelompok yang diduga memiliki keterkaitan dengan operasi negara.
Dalam salah satu kasus, aktivitas serangan di Malaysia dan Turki dikaitkan dengan perusahaan pengawasan berbasis di Turki. Selain itu, ditemukan pula keterkaitan infrastruktur server antara penyebaran Darksword dan malware Coruna yang dioperasikan oleh pihak lain.
Baca Juga: Apple Luncurkan MacBook Neo Harga Lebih Terjangkau
Para peneliti menyoroti adanya pasar gelap yang berkembang untuk alat eksploitasi digital semacam ini. Jalur distribusi yang semakin terbuka membuat teknologi peretasan tingkat tinggi lebih mudah diakses oleh kelompok kriminal.
Dampak dan Respons: Pengguna Diminta Segera Update
Ancaman ini berpotensi menyebabkan pencurian data sensitif, termasuk informasi finansial seperti dompet mata uang kripto. Penggunaan spyware yang dilakukan secara luas juga menunjukkan pola serangan massal tanpa seleksi target yang ketat.
Menanggapi situasi tersebut, Apple menegaskan bahwa kerentanan hanya berdampak pada perangkat yang belum menggunakan versi sistem terbaru. Perusahaan memastikan bahwa celah keamanan yang dimanfaatkan dalam serangan ini telah ditutup melalui pembaruan perangkat lunak.
Apple juga mengimbau seluruh pengguna untuk segera memperbarui sistem operasi guna menghindari risiko peretasan. Selain itu, langkah tambahan telah dilakukan dengan memblokir domain berbahaya melalui fitur keamanan pada peramban Safari.
Situasi ini menjadi pengingat penting bagi pengguna perangkat digital untuk rutin melakukan pembaruan sistem. Keterlambatan dalam update perangkat lunak dapat membuka peluang bagi pelaku kejahatan siber untuk mengeksploitasi celah yang sudah diketahui.
Rekomendasi: Jasa Buzzer Viral Indonesia: Solusi Cepat Tingkatkan Brand
Sebagai langkah pencegahan, pengguna disarankan untuk hanya mengakses situs terpercaya serta memastikan sistem keamanan perangkat selalu dalam kondisi terbaru.
Sebagai penutup, temuan ini menegaskan bahwa ancaman siber terus berkembang seiring dengan meningkatnya kecanggihan teknologi. Pembaruan sistem dan kewaspadaan pengguna menjadi kunci utama untuk menjaga keamanan data pribadi di era digital.
0 Komentar